"Karena ITB kampus yang memiliki keunikan lain dibandingkan universitas lain. Lagipula dulu saya ingin masuk ITB," ujar Menkes saat memberikan kuliah umum dan bedah buku di hadapan ratusan mahasiswa ITB di Aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesha, Selasa (18/3/2008).
Dia mengaku saat dirinya duduk di bangku SMA, dia berniat mengambil pertambangan ITB. Namun niatnya ditentang ayahnya yang menginginkan dirinya menjadi seorang dokter. Ayahnya tidak ingin anaknya mengikuti jejak dirinya yang juga ahli tambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak berniat mengambil jurusan kedokteran, toh Siti Fadilah mengaku masuk 20 besar terbaik dalam seleksi.
Dalam kesempatan itu kembali Menkes mengeluhkan sikap WHO yang tidak mempedulikan kasus flu burung di negara berkembang, seperti Indonesia.
"Obat tamiflu penyediannya ditentukan oleh WHO, sehingga Indonesia yang juga membutuhkannya tidak kebagian. Karena stocknya sudah diborong negara-negara kaya, padahal negara kaya tidak punya kasus flu burung," ujarnya.
(ern/lom)











































