Amin (30), warga Majasetra, mengaku sejak banjir pertama kali Jumat malam (14/3/2008) sudah 10 rumah yang dia bantu. Dengan peralatan seadanya, seperti ember, lap, dan sapu Amin membersihkan rumah warga yang meminta bantuannya.
"Ya lumayan lah ini rezeki lebih. Yang saya bantu ada rumah tetangga dan kerabat," ujar laki-laki pengangguran ini kepada detikbandung, Selasa (18/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu relawan dadakan lainnya, Toni Cahyana (22), mengaku setiap membersihkan rumah warga, dia dibantu oleh tiga hingga lima temannya. "Saya rela saja itung-itung ibadah. Daripada menganggur. Ya lumayan lah, diupah Rp 25 ribu per orang setiap rumah," ungkap Toni.
Salah satu pemilik rumah yang mendapat bantuan dari para relawan dadakan ini, Entat Tarmilah (46) mengaku sejak Sabtu (15/3/2008) hingga hari ini, per hari dia mengeluarkan uang sebesar Rp 200 ribu per hari untuk upah dan makan para relawan yang membantu.
"Terus terang pengeluaran ini bagi saya berat, tapi mau gimana lagi. Di rumah engga ada tenaga anak muda. Kalau lama dibiarkan rumah terendam, bisa habis rumah," jelasnya.
Sejak Jumat malam (14/3/2008) banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Majalaya. Jika siang, air surut sehingga warga bersih-bersih rumah. Namun sore hari hingga malam, air kembali naik. Rumah warga yang sudah bersih pun kembali tergenang air dan lumpur.
(ern/lom)










































