Bentrok Massa dan Penjarahan di Simulasi Pilkada Jabar

Pilkada Jabar

Bentrok Massa dan Penjarahan di Simulasi Pilkada Jabar

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 17 Mar 2008 16:26 WIB
Bandung - Kampanye Pilkada Jabar hanya tinggal hitungan hari. Berbagai ancaman mulai dari bentroknya antar massa pendukung hingga penjarahan mulai terendus. Kepolisian pun tidak tinggal diam, mereka berhasil melumpuhkan semua gangguan tersebut dalam simulasi pengamanan Pilkada Jabar.

Simulasi digelar di Mapolda Jabar, Jl Soekarno Hatta, sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (17/3/2008). Simulasin pengamanan dilakukan mulai dari kampanye, pencoblosan, hingga pengamanan penghitungan suara dan pengawalan surat suara.

Ratusan massa tiba-tiba mendatangi pasangan Cagub dan Cawagub yang tengah berkampanye secara terselubung. Salah satu jurkam pasangan tersebut menyerukan agar massa memilih pasangan tersebut. Ratusan massa yang tadi datang tidak suka dan meminta acara tersebut bubar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian massa simpatisan pasangan calon tersebut tidak terima. Tampak puluhan anggota Dalmas berjaga-jaga. Namun situasi mulai tidak terkendali, dua massa bentrok. Puluhan anggota Dalmas yang berada di tengah-tengah massa dilempari dan ditendang massa.

Massa sedikit tenang saat tim negosiasi dari kepolisian berbicara dengan perwakilan massa. Namun ternyata negosiasi tidak berhasil. Massa kembali beringas, mereka menendang dan melempari petugas.

Kemudian datang 1 kompi Dalmas yang membawa tameng. Massa tidak gentar. Mereka terus merangsek ke petugas Dalmas yang memasang tameng. Lemparan botol dan batu dari arah massa pun tidak berhenti.

Datang tiga unit kendaraan taktis. Karena melihat massa tetap tidak terkendali. Mereka malah melempari dan membakar ban. Akhirnya ditembakkan gas air mata ke tengah-tengah massa. Ternyata ini pun tidak berhasil mengendalikan amarah massa.

Lalu didatangkan detasemen PHH Brimob. Massa masih sempat melakukan aksi pelemparan dan penendangan, namun polisi terus mendorong massa sehingga akhirnya massa tersudut.

Polisi pun berhasil menangkap dua orang provokator. Melihat rekannya ada yang ditangkap, massa kembali merangsek ke depan untuk meminta temannya dibebaskan. Saat itu datang water canon untuk membubarkan massa. Akhirnya massa bubar.

Tiba-tiba usai massa bubar, terjadi penjarahan toko-toko. Sekitar 20 anggota Brimob mengendarai sepeda motor dengan membawa senjata laras panjang dengan peluru hampa dan karet.

Untuk membubarkan massa, anggota Brimob memberikan tembakan sebanyak tiga kali. Massa tidak mengindahkan, lalu melumpuhkan mereka dengan peluru.

Kondisi di atas merupakan salah satu ancaman keamanan yang mungkin terjadi pada saat kampanye Pilkada yang akan berlangsung sejak tanggal 27 Maret hingga 9 April 2008.

Meski hujan sempat turun, Kapolda Jabar Irjen Pol Susno Duadji menyerukan kepada seluruh anggota kepolisian untuk tetap melanjutkan simulasi. Simulasi tersebut pun disaksikan oleh unsur Muspida Jabar dan perwakilan pasangan Cagub dan Cawagub. Cagub yang terlihat hadir hanya Ahmad Heryawan. (ern/ern)


Berita Terkait