Bocah-bocah penjaja cobek yang jumlahnya kurang lebih mencapai 20 - 25 orang ini ternyata hampir semuanya merupakan pendatang asal Kota Padalarang. Sebagian dari mereka datang dan pulang menggunakan kereta dan sebagian lagi biasa tidur di jalan atau memanfaatkan masjid Istiqamah sebagai pelindung di kala malam.
Barang dagangan mereka pun ternyata diproduksi di Kota Padalarang, sebuah kecamatan yang harus ditempuh selama 1 - 2 jam bila ingin sampai di pusat Kota Bandung. Mereka harus menggunakan angkutan umum kemudian melanjutkan kembali perjalanannya menggunakan kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika hari biasa, menurut Deden, dirinya ke Bandung selepas sekolah. Namun bila Minggu atau di hari libur lainnya, sejak pagi dia sudah berangkat dengan menggunakan kereta api diesel (KRD).
"Cobeknya ambil di Padalarang. Bapak yang ambil," ujar Deden yang mengaku tidak tahu persis lokasi pabrik cobek yang dia jajakan tersebut.
(ern/ern)











































