"Kadang ada yang ngasih cuma seribu, tapi sering juga dikasih sepuluh-ribuan" ujar Zidan (8 tahun) salah satu bocah penjaja cobek yang menuturkan pada detikbandung, minggu, (16/3/2008).
Cobek yang mereka jualpun sebenarnya jarang pembelinya, dalam kurun waktu 3 hari saja kemungkinan cobek bisa laku mungkin hanya satu hingga dua buah saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari senin-jum'at bocah-bocah ini menghabiskan 8 jam saja dari pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB. Lain lagi halnya bila mereka menghadapi hari minggu atau hari libur, di hari-hari ini mereka rela memulai bekerja selama 14 jam dalam satu hari.
Jika hari biasa, Zidan mengaku rata-rata memperoleh penghasilan sebesar Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Lain halnya dengan hari libur, hanya dalam sekejap, uang hasil dari belas kasih para pengguna jalan bisa dia peroleh hingga Rp 50 ribu.
Ternyata, mereka pun mempunyai waktu sibuk (peak time). Waktu sibuk ini dimulai dari menjelang maghrib hingga pukul 19.00 WIB. Selama waktu ini bocah-bocah ini bisa mendapatkan uang 2 kali lipat dibanding siang hari.
Zidan mengaku uang yang dia peroleh untuk membiayai sekolah dan makan minum mereka tiap harinya. "Uangnya buat biaya sekolah," ujar siswa yang kini duduk di kelas 2 SD di Padalarang ini.
(ern/ern)










































