Tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan para gepeng antara lain jalan Asia Afrika, Braga, Pasteur, Cipaganti, Merdeka dan jalan Aceh.
Dari pantauan detikbandung di Braga, ada ibu-ibu sambil menggendong bayi menggunakan kain yang diselendangkan. Sang ibu memakai sandal, sementara si bayi telanjang kaki. Mereka duduk di emperan Braga City Walk, menunggu saja simpati orang yang lewat sambil menadahkan tangan.
Sementara di kawasan Pasteur lebih ramai lagi. Jumlahnya bisa mencapai 25 orang dan juga didominasi ibu-ibu. Mereka menggendong bayi di kolong jembatan dan perbatasan jalan dekat lampu merah dan beberapa pos polisi.
Asep (8 tahun) yang saat ditemui detikbandung sedang bermain bersama teman-temannya di depan pos polisi, menuturkan orang tuanya dibuang ke Cirebon. Ia juga mengaku saat ini sebagian teman-temannya tinggal di daerah Caringin dan mengontrak rumah bersama orang tua mereka masing-masing.
Lebih lanjut Asep menceritakan, pendatang baru sering bermunculan. Namun mereka adalah pelaku "profesi" ini sejak lama. "Biasanya setelah dibuang ke Cirebon dan dinasehati, ya kembali lagi," ujarnya. (lom/lom)











































