Bruk! Langit-langit Dwiwarna Jatuh Pasca Puting Beliung

Bruk! Langit-langit Dwiwarna Jatuh Pasca Puting Beliung

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 13 Mar 2008 16:35 WIB
Bandung -

Sehari setelah atap gedung Kanwil Ditjen Pembendaharaan Bandung atau gedung Dwi Warna terangkut angin puting beliung, langit-langit beberapa ruang di lantai dua gedung tersebut ambrol, Kamis (13/3/2008).

Ruangan yang langit-langitnya ambrol itu antara lain ruang konsumsi seluas 3x6 meter pada pukul 10.00 WIB disusul ruang yang menuju ruang kepegawaian sekitar 14.40 WIB yang meninggalkan lubang sebesar 2x16 meter.

"Satu jam yang lalu hujan deras, tiba-tiba internit jatuh ke lantai," jelas Kasubag Rumah Tangga Kanwil ditjen Perbendaharaan Bandung, Said Ali saat ditemui oleh detikbandung di kantor Dwi Warna, Jl Diponegoro, Kamis (13/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said menduga, jatuhnya internit langit-langit yang terbuat dari papan gipsum tersebut karena langit-langit tidak kuat menahan rembesan air selepas hilangnya sebagian atap gedung Dwi Warna.

"Saya dan sejumlah karyawan kaget mendengar suara bruk, jatuhnya internit," jelas Said. Saat internit jatuh, para karyawan sedang bekerja di ruangan masing-masing. Tidak ada yang melintas di ruangan yang menuju ruang kepegawaian tersebut.

Pasca jatuhnya internit tersebut, beberapa pegawai dan petugas terlihat ada yang membersihkan. Beberapa meja di ruangan lainnya termasuk runagan sekretaris dan Kabag Umum dikeluarkan dari ruangan untuk mengantisipasi ambruknya internit.

"Berapa meja di ruangan lain, termasuk ruangan sekretaris dan Kabag Umum dikeluarkan karena takut internit akan ambruk," tutur Said.

Karyawan di ruang konsumsi, Didi (78) menuturkan, sebelum pukul 10.00 WIB, dirinya masih berada di ruang konsumsi. Ketika dia keluar ruangan sekitar tiga menit, tiba-tiba ruangan ambruk.

"Untung saya sedang tidak ada didalam. Alhamdulilllah saya masih dilindungi. Entah bagaimana nasib saya kalau berada di ruangan itu," ujar Didi yang mengaku sudah 50 tahun bekerja di tempat tersebut sebagai pelayan konsumsi khusus kepala kanwil.

(ema/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads