Ketua Asosiasi Pedagang Daging Sapi (Apdasi) Jabar Dadang Iskandar mengatakan aksi mogok dagang ini dilakukan untuk penyesuaian harga di tingkat pedagang dan menstabilkan harga di tingkat konsumen.
Menurut data dari Apdasi Jabar, di kota Bandung ini ada empat RPH yaitu RPH Ciroyom dan Cirangrang yang merupakan milik pemerintah, dan RPH Virgo dan Regol milik swasta.
Ada sekitar 300 bandar dan seribu pedagang yang ada di Bandung. Setiap harinya ada sekitar 250 sapi yang dipotong. Di mana sekitar 60 persen merupakan sapi impor dari Australia dan sisanya lokal yang didatangkan dari Jatim dan Jateng.
Menurut Yaya GM, bandar sapi di RPH Cirangrang, setiap harinya rata-rata dia memotong tujuh ekor sapi. Harga satu ekor sapi Rp 9 juta. Sementara untuk tempat sewa tempat di RPH Rp 18 ribu per ekor.
"Hari ini saya engga memotong satu ekor pun. Silahkan hitung kerugiannya," ujarnya.
(ern/ern)











































