Tidak Setuju, Banyak Kios Daging Sapi yang Buka

Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi

Tidak Setuju, Banyak Kios Daging Sapi yang Buka

- detikNews
Kamis, 13 Mar 2008 10:27 WIB
Bandung - Ancaman aksi mogok 1000 pedagang daging sapi yang rencananya akan berlangsung dua hari, ternyata tidak merata. Di Pasar Baru, aktivitas jualan daging sapi masih terlihat. Hanya satu dua kios yang tutup.

Menurut salah seorang suplier daging sapi, Dhani H mengatakan para pedagang di Pasar Baru sepakat untuk
tetap berjualan. Kalaupun ada yang tidak berjualan hanya 1 atau 2 dari total 25 pedagang.

"Pedagang pasar baru menolak aksi mogok. Aksi mogok ini tidak akan efektif, lebih baik didiskusikan baik-baik sesama pedagang mengenai penyesuaian harga. Lagipula kalau harga daging naik, suplier sapi dari Jatim bisa ikut menaikkan harga," ujar Dhani kepada detikbandung, Kamis (13/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu di pasar Kosambi, tidak ada satupun pedagang daging sapi yang jualan. Jumlah kios daging sapi di pasar ini sebanyak 15. Sementara untuk produk olahan sapi seperti abon, dendeng atau kripik sapi masih terlihat berjualan.

Seperti kios olahan milik Yana Oktriana (33). Menurut Yana harga daging sekarang sekitar Rp 48-50 ribu. Harga ini, kata dia, merugikan para pedagang. "Harga yang memberi keuntungan bagi pedagang ya di atas Rp 55 ribu" tutur Yana

Harga daging karkas (daging berikut tulang-tulangnya-red) di tingkat suplier saat ini Rp 41 ribu per kg. Sementara harga daging di tingkat pasaran Rp 50 ribu. Kondisi ini jelas merugikan sebab, saat harga daging karkas Rp 38 ribu sebelum lebaran 2007 lalu, harga daging sapi Rp 50 ribu.

Tidak naiknya harga daging di pasaran, karena adanya persaingan harga dengan swalayan. Harga daging sapi di supermarket lebih murah dibandingkan dengan pasar tradisional, yaitu hanya Rp 39500. (twi/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads