Salah seorang pemilik kios bandros, Oman (53) mengatakan dirinya ikut menyaksikan langsung ketika kedatangan angin puting beliung tersebut. Menurut Oman, angin tersebut memutar seperti bor, lalu membawa kayu-kayu kaso atap gedung kanwil. Seketika itu pula kayu-kayu berterbangan dan menimpa kios. Kios Oman sendiri berlubang di bagian tembok sebesar 10-15 cm yang diakibatkan hujaman kayu kaso.
Menurut Oman, kayu-kayu kaso atap yang diterbangkan angin tersebut berhamburan ke depan gedung Dwi Warna hingga setengah badan jalan.
Kios lain yang juga ikut terkena hujaman kayu kaso mengalami bolong di bagian atap sebesar 5x2 meter. Penjaga kios, Tardi (30) mengatakan, saat itu gudang kios tempat menyimpan kerat minuman botol dalam keadaan kosong. Tardi pun diberitahu orang lain mengenai hancurnya gudang kios tersebut. "Saya kaget, ketika atap gudang ambrol karena hempasan kaso-kaso," aku Tardi. (ema/ern)











































