Pamflet yang tersebar di Indramayu tersebut tendesius kepada salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yakni Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana. Tertulis dalam pamflet tersebut, "Jangan salah pilih, coblos Dai nomor 1. Pantura menang bersama Dai".
Tidak hanya itu, dalam pamflet tersebut juga terdapat foto Bupati Indramayu, Irianto MS Syafiuddin serta foto pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pendukung Aman sempat panas dan memberondong Sata dengan berbagai pertanyaan, karena menilai Panwaslu tidak bekerja dengan baik. Sata yang hadir sendirian menanggapi 'serangan' tim advokasi Aman dengan diplomatis.
"Tim advokasi sebaiknya bersikap tenang dan tidak terbawa emosi. Saat ini Panwaslu tidak dapat langsung menjawab mengenai hal ini. Hal ini akan ditampung dulu lalu dibahas dalam forum," ungkap Syatta dalam rapat konsolidasi yang diadakan di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Rabu (12/3/2008).
Terkait dengan pamflet tersebut, tutur Syatta, yang harus disalahkan adalah orang yang menyebarkan bukan orang yang membuat.
"Hal-hal seperti itu harus dilaporkan secara resmi sesuai dengan prosedur. Hingga kini belum ada laporan, saya belum mengetahui hal ini" jelas Syatta.
Menanggapi tudingan tim advokasi pada kinerja Panwaslu, Sata menyatakan bahwa Panwaslu sudah menertibkan media-media sejenis.
"Kita sudah bekerja sesuai aturan, jadi tidak perlu takut dalam melaksanakan tugas," ungkapnya.
(twi/ern)











































