Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Daging dan Sapi Potong Indonesia (Apdasi) Jabar Danang Iskandar, aksi ini merupakan protes para pengusaha daging sapi lokal Bandung yg dirugikan dengan kenaikan harga daging sapi.
Selain di bandung, menurut Danang para pedagang sapi di Tasikmalaya dan Cianjur pun akan segera menyusul. Danang menuturkan pihak Apdasi sudah mengirimkan surat kepada pedagang daging impor misalnya pihak supermarket supaya ikut aksi mogok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Danang kondisi tersebut karena mekanisme pasar yang tidak berjalan lancar antara pedagang daging
impor dan lokal. Antar kedua pedagang sapi tersebut terjadi persaingan yang kurang sehat.
"Isu terakhir, harga daging sapi di supermarket hanya Rp 39500 per kg,tanpa keterangan apakah itu lokal atau impor," ungkap Danang.
Menurut Danang, pihaknya sempat melakukan pertemuan antar pengusaha daging lokal dan impor untuk mengatasi perbedaan harga yang mencolok ini, namun tidak menemukan titik temu.
Danang mengemukakan bahwa pengusaha sapi Bandung berharap adanya kesadaran dari pedagang eceran dan konsumen, bahwa perlu ada penyesuaian harga supaya tidak merugikan pengusaha daging sapi.
"Kalau aksi ini tidak berhasil kita akan datang ke Dirjen peternakan dan perdagangan di Jakarta supaya mengatur impor," ujarnya.
Menurut Danang pemotongan daging sapi sekitar 200-250 ekor per hari. Ketersediaan sapi di Jabar 26 ribu per tahun, sementara kebutuhan sapi 34 ribu ekor per tahun.
(twi/ern)










































