HTI Jabar Gelar Aksi Keprihatinan Nasional

HTI Jabar Gelar Aksi Keprihatinan Nasional

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 12 Mar 2008 11:13 WIB
HTI Jabar Gelar Aksi Keprihatinan Nasional
Bandung - Sedikitnya 500 orang dari Hizbutahrir Indonesia (HTI) Jabar menggelar aksi keprihatinan nasional di depan Gedung Sate, Jl Dipenogoro, Rabu (12/3/2008). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mengenai kondisi Indonesia yang saat ini sedang terpuruk.

Demikian disampaikan Ketua DPD HTI Jabar, M. Ryan. "Kondisi Indoensia saat ini cukup memprihatinkan. Rakyat belum terbebas dari berbagai kesulitan. Hidup pun dirasakan semakin berat meski untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," tutur Ryan.

Ryan mencontohkan masih adanya kasus kelaparan, kurang gizi, busung lapar, timbulnya kemiskinan, pengangguran, kenaikan harga kebutuhan pokok dan korupsi. Dengan kondisi tersebut, ungkap Ryan, maka HTI menggelar aksi keprihatinan nasional ini guna mengingatkan pemerintah akan kondisi Indonesia tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ryan menilai, kondisi elite-elite politik Indonesia sekarang seperti tidak memperhatikan keadaan tersebut karena sibuk dengan pekerjaannya. Maka, lanjut Ryan, HTI berharap pemerintah bertindak cepat dan segera dalam menyelesaikan persoalan Indonesia saat ini, menolak cara-cara sekuler dan kapitalistik, menuntut pemberlakukan sistem ekonomi berlandaskan syariah di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim.

Selain itu, HTI pun menyerukan agar seluruh rakyat Indonesia meningkatkan kepedulian dan solidaritas nasional.

Dalam aksi tersebut massa terlihat membawa spanduk dan bendera. Spanduk-spanduk tersebut antara lain bertuliskan 'Buang Kapitalisme, Tegakkan syariah dan Khilafah'. Spanduk lainnya bertuliskan 'Penguasa menyanyi , Rakyat mati'. Aksi juga diselipi aksi teaterikal yang menggambarkan kondisi kelaparan dan kenaikan harga yang terjadi di Indonesia. Di antara massa terlihat ada yang membawa anak-anaknya turut serta dalam aksi tersebut.

Untuk mengamankan aksi, terlihat sekitar 20 orang dari pihak kepolisian berjaga-jaga di depan pintu gerbang Gedung Sate. (ema/ern)


Berita Terkait