RSHS Belum Koordinasi dengan RS di Batam

Dugaan Malpraktik di Batam

RSHS Belum Koordinasi dengan RS di Batam

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2008 10:48 WIB
Bandung - Kondisi terakhir pasien dugaan malpraktik sebuah rumah sakit di Batam, Maryani (36), di hari keduanya di RSHS, Rabu (12/3/2008), belum bisa diketahui. Sampai saat ini, pihak manajemen RSHS belum memberikan keterangan secara resmi. RSHS pun belum melakukan koordinasi dengan rumah sakit di Batam.

Humas RSHS Mimin Sumilawati menyatakan RSHS belum melakukan langkah apapun. "Belum, kami belum melakukan tindakan apapun. Kami mendahulukan pelayanan terhadap pasien," ujar Mimin saat dihubungi detikbandung, Rabu (12/3/2008).

Menurut Mimin, koordinasi dengan pihak rumah sakit di Batam nantinya akan dilakukan pihak manajemen RSHS. Biasanya, lanjut Mimin, koordinasi dengan pihak rumah sakit di Batam langsung ditangani oleh dokter yang menangani pasien saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, pihak RSHS lebih mengutamakan proses penanganan kondisi pasien. "Kondisi pasien terlihat begitu mengkhawatirkan," tukas Mimin.

Pada 29 September 2006, Maryani melahirkan anak ketiganya, seorang perempuan, di sebuah RS di Batam. Proses kelahirannya ditangani oleh seorang bidan di bawah pengawasan seorang dokter. Kondisi bayi sungsang. Sehingga pada saat melahirkan dengan proses normal, pantat bayi dulu yang pertama keluar.

Pasca kelahiran, Maryani dalam kondisi baik. Namun menurut kakak Maryani, Mulyadi, malam harinya pihak rumah sakit memberikan obat kepada pasien tanpa sepengetahuan keluarga. Maryani mengalami pusing hingga terjatuh mengenai besi tempat tidur. Selepas itu mengalami kejang-kejang.

(ema/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini