"Maraknya ojek makanan karena pengawasan dari petugas pos depan masih lemah. Pengawasan itu bukan tugas kami (pengasuhan), tetapi tugas dari pos depan yang melarang oknum pedagang untuk masuk," jelas plt Purek 3 IPDN, Djulfri Sinaro, Minggu (9/2/2008).
Menurut Djulfri, oknum ojek makanan tersebut sering terlihat di dekat ATM bank Jabar yang ada di kawasan kampus IPDN. Dirinya mengaku beberapa kali pernah memergoki oknum pedagang memarkirkan motornya di dekat ATM sambil menenteng makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djulfri pun mengaku, penambahan pos pengawasan tersebut akan memakan biaya karena petugas piketpun otomatis bertambah. "Jadi, jika tadinya petugas piket ini tiga kali seminggu, bisa menjadi empat sampai lima kali seminggu," jelas Djulfri.
Djlufri pun mengusulkan adanya penggantian petugas keamanan dengan yang lebih profesional. Karena selama ini, petugas keamanan di kampus IPDN masih ditangani oleh PNS.
"Petugas keamanan depan, saya usulkan untuk diganti karena selama ini masih ditangani oleh PNS. Saya usulkan diganti oleh tenaga profesional," tandasnya.
(ema/ern)











































