Dari enam tukang nasi goreng yang mangkal di sekitar kampus IPDN, mengaku tidak menghantarkan makanan ke dalam kampus IPDN pada Jumat malam (7/3/2008). Kepada detikbandung, mereka mengaku kalaupun ada praja IPDN yang memesan, biasanya melalui ojek makanan. Tidak pernah langsung pedagang yang masuk dalam kampus.
"Ada 30 orang yang biasa menjadi ojek makanan. Mereka merupakan warga sekitar kampus IPDN. Dalam sehari mereka bisa mendapat upah sampai Rp 50 ribu," ujar seorang pedagang nasi goreng yang mangkal di samping Masjid IPDN, Sobiri, Minggu dini hari (9/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dikabarkan pada Jumat malam ada seorang pedagang nasi goreng bernama Budi yang datang ke Barak Kaltim. Dari keterangan Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh, kedatangan pedagang tersebut ditegur oleh praja. Namun si pedagang tidak terima.
Lalu terjadi cekcok. Dikabarkan terjadi pemukulan oleh praja terhadap pedagang tersebut. Saat ini, menurut Kaloh kasus ini sedang ditangani oleh Purek III bagian kemahasiswaan.
(afz/ern)











































