Menurut mereka tragedi yang terjadi tanggal 1 Maret lalu merupakan bentuk kebiadaban Israel terhadap Palestina.
"Penjajahan Israel terhadap Palestina makin merajalela, namun perhatian dunia terhadap hal ini sama sekali tidak ada. Kami mengecam pembantaian yang dilakukan Israel terhadap Palestina," ujar Koordinator Aksi, Ngatifudin Firdaus di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro, Jumat (7/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ngatifudin mengemukakan bahwa mereka serius dengan aksi ini. Mereka menuntut dunia internasional, terutama dewan keamanan PBB, memberikan sanksi kepada Israel atas penjajahan dan pelanggaran HAM.
"Kami juga menuntut sikap tegas dari pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina, Indonesia merupakan negara dengan umat muslim terbesar," ungkap Ngatifudin.
Setelah gagal menembus Gedung Sate, rombongan ini menuju BIP yang menurut mereka merupakan tempat yang melambangkan kapitalisme. Kemudian dari BIP, rencananya mereka akan menuju Mesjid Ukuwah di Balai Kota.
(twi/twi)











































