2008, Orang Gila di Bandung Melonjak

2008, Orang Gila di Bandung Melonjak

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2008 10:46 WIB
Bandung - Kondisi ekonomi yang tidak berangsur baik sejak krisis monoter melanda negeri ini, membuat penderita gangguan jiwa di Bandung setiap tahunnya terus meningkat. Pada 2007 lalu, jumlah pasien gangguan jiwa mencapai 18 ribu orang. Tahun ini, diprediksi jumlahnya akan meningkat 10 persen.

Sekretaris RS Jiwa Bandung Endang Djajuli saat ditemui detikbandung di kantornya, Jl LRE Martadinata, Selasa (4/3/2008), mengatakan jumlah pasien rawat inap setiap bulannya mencapai seribu orang. Sementara kapasitas RS sendiri hanya 100 orang.

"Sering kami menolak pasien rawat inap karena sudah penuh. Tapi rata-rata pasien yang dirawat di sini 2 hingga 4 hari. Paling lama 1,5 bulan. Setelah itu mereka rawat jalan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Endang, jumlah pasien ganguan jiwa tahun ini diprediksi meningkat 5 hingga 10 persen dibandingkan tahun lalu. Pada 2007, jumlah pasien gangguan jiwa 18 ribu. Artinya tahun ini jumlahnya bisa mencapai 20 ribu.

Peningkatan jumlah penderita ganguan jiwa tersebut, kata dia, dipengaruhi oleh tekanan ekonomi yang meghimpit, sehingga membuat seseorang mudah stres. Selain itu, kata dia, juga kesadaran masyarakat untuk berobat makin meningkat.

"Masyarakat kini lebih peduli terhadap kesehatan jiwanya, sehingga mau datang ke rumah sakit jiwa," ujarnya.

(ern/lom)


Berita Terkait