Gubernur BI Minta Dukungan Tokoh Sunda

Gubernur BI Minta Dukungan Tokoh Sunda

- detikNews
Senin, 03 Mar 2008 13:19 WIB
Bandung - Statusnya yang kini menjadi tersangka aliran dana BI ke DPR, membuat Gubernur BI Burhanudin Abdullah meminta dukungan moral tokoh maupun budayawan sunda. Gayung pun bersambut. Sebagai pemuda sunda yang berprestasi, Burhanudin mendapat sokongan.

Acara silahturahmi Burhanudin Abdullah dengan sedikitnya 50 tokoh maupun budayawan sunda di Gedung YPK, Jl Naripan, Senin (3/3/2008), merupakan inisiatif dari pemimpin tertinggi bank sentral tersebut.

"Pak Burhanudin minta difasilitasi untuk bertemu dengan budayawan, toh dia sendiri orang sunda yang berprestasi. Kami menyambut baik undangan darinya," ujar Ketua Dewan Kurator YPK yang sekaligus Ketua DPW Golkar Jabar, Uu Rukmana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Uu meminta agar dalam dialog tidak membahas proses hukum. "Biarkan proses hukum berjalan dengan apa adanya. Kita tidak akan melakukan intervensi," ujarnya.

Sementara itu Sesepuh sunda, Solihin GP, menyesalkan penetapan Burhanudin sebagai tersangka dalam kasus aliran dana BI ke DPR. "Saya tidak terima putra sunda yang berprestasi dibegitukan. Kita akan berjuang sampai mati untuk membela secara moral," tegasnya.

Di akhir acara Dalang sunda yang tersohor, Asep Sunandar Sunarya, didaulat untuk memanjatkan doa. " Pak Burhan tadi nyarita kumaha-kumaha, ceuk saya mah duka. Ku sabab eta mah lain kuasa urang, mana nu salah nu bener. Lain urang nu nuding lain urang nu vonis, masrahkeun ka Allah (Pak Burhan tadi berbicara mengenai ini itu. Bagi saya hal itu tidak tahu. Sebab, kita tidak punya kewenangan untuk menentukan apakah perkara ini salah atau benar. Bukan kita yang menuduh dan bukan kita pula yang memvonis. Kita serahkan pada Allah SWT-red)," ujar dalang kawakan itu.

Sebelumnya, dalam sambutannya Burhanudin sendiri tidak menyingung proses hukum yang sedang dia jalani. Dia lebih banyak mengemukakan keberhasilan di masa kepemimpinannya.

"Dalam lima tahun terakhir, saya berhasil meningkatkan cadangan devisa hingga 58 miliar US dolar. Dari 28 miliar US dolar jadi 58 miliar US dolar. Prediksi saya bisa mencapai 70 miliar US dolar, jika terjadi sinergi antara BI dan pemerintah dan komponen lainnya untuk bisa menstabilkan harga," ujarnya.

Burhanudin mengklaim cadangan devisa yang berhasil dia kumpulkan, merupakan jumlah tertinggi dalam sejarah Indonesia.

"Jika dibandingkan dengan kebutuhan impor, cadangan devia kita tiga kali kebutuhan impor Indonesia. Sekarang enam kali, bahkan prediksi saya 8,4 kali," ujarnya bangga.

(ern/lom)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads