ADVERTISEMENT

Burgerkill: Tak ada Pentas, Diskusi pun Jadi

- detikNews
Minggu, 02 Mar 2008 19:00 WIB
Bandung - Beberapa band underground di Bandung mengaku rindu untuk pentas kembali di hadapan penggemarnya. Wajar saja, sejak insiden konser maut di AACC beberapa waktu lalu, pentas musik underground di Kota Kembang bak kehilangan nyawa. Acara hingar bingar musik tersebut tak lagi bergema. Izin pagelaran dari pihak kepolisian pun semakin terasa sulit. Namun, bagi band beraliran hardcore asal Ujung Berung Bandung, Burgerkill (BK), persoalan tersebut mampu teratasi dengan cara menggelar acara diskusi musik.

Hal ini dilontarkan gitaris BK, Ebenk saat ditemui di sela-sela acara diskusi musik di Commons Room, Jl Kyai Gede Utama, Minggu (2/3/2008). Menurutnya, memberikan kontribusi di jalur musik underground merupakan kebutuhan wajib bagi semua personel BK. "Itupun di luar kebutuhan pangan, papan dan lainnya," jelas Ebenk.

Ebenk menjelaskan, kreatifitas bermusik yang dikerjakan selama ini terasa hambar bila tidak diimbangi dengan melakukan pertunjukan. Namun, melihat kondisi saat ini, Ebenk pun menanggapinya secara positif. "Ya, kerinduan main di publik sendiri begitu terasa. Untuk sementara waktu, sebagai cara lain kami (Burger Kill, red) menggelar acara diskusi dan pemutaran film musik. Ini pun sebagai obat untuk kami dan penggemar BK," jelasnya.

Sementara itu, bassis BK Ramdhan menjelaskan, penggemar musik bawah tanah di Bandung kecewa karena pertunjukan musik ini tak gencar lagi digelar. Malah, stigma dari masyarakat dengan hadirnya komunitas tersebut kian marak. Ramdhan mengaku, kebebasan berekspresi komunitas underground seperti diikat rapat. Ruang hak sebagai masyarakat musik pun ikut dipersempit.

"Apapun yang terjadi, komunitas underground tak bakal berhenti berkarya. Kalau perlu kami akan lakukan dengan berbagai cara. Janganlah menyerah dengan stigma negatif dari masyarakat selama ini," pungkasnya.

Burgerkill dikibarkan di Bandung pada 1995. Pertengahan 2004, lewat album 'Berkarat', Burgerkill masuk nominasi AMI AWARDS 2004 dan berhasil menyabet award untuk kategori Best Metal Production. Band yang kini digawangi Viki (vokal), Agung (gitar), Ebenk (gitar), Ramdhan (bass) dan Andris(drum) sepertinya sudah mantap berada di jalur musik underground.
(bbn/ema)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT