Demikian disampaikan pihak penyelenggara dari Avomedia, Aendra Medita, dalam jumpa pers di Gedung Indonesia Menggugat, Jl Perintis Kemerdekaan, Kamis (28/2/2008). "Tahun lalu kami usulkan 10 ribu obor, namun saat itu waktu persiapan pendek, hingga pelaksanaan hanya 2 ribu obor," jelas Aendra.
Pada karnaval 10 ribu obor nanti, akan melibatkan siswa-siswi perwakilan SMU, SMK dan SMP yang ada di kota Bandung. Setiap peserta nantinya kan menggunakan kostum perjuangan pada jaman dahulu. Long march dimulai dari Pkl 20.00-21.30 WIB. Namun untuk persiapan acara sudah dimulai dari pukul 14.00 WIB di lapangan Tegallega.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncak acara karnaval, obor-obor kecil tersebut dimatikan diganti dengan menyalakan satu obor besar baik di Balaikota maupun di Saparua. Untuk teknisnya, Aendra belum menyampaikan lebih lanjut.
Menurut Aendra, karnaval ini akan dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pencetus rekor pembawa obor terbanyak. Aendra mengharapkan, melalui event ini yang juga bersamaan dengan momentum 100 tahun kebangkitan nasional akan muncul semangat kebangsaan. Selain itu, kota Bandung akan mengangkat sebagai pionir dalam membangun tatanan sejarah.
Ketua legion veteran RI kota Bandung, Sudirman, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut menyatakan, dalam karnaval nanti akan dilakukan aksi penjemputan 80 veteran perang yang telah bersiap siaga dengan formasi 17-8-1945 di depan gedung Indonesia Menggugat, Jl Perintis Kemerdekaan. "Usia para veteran sekitar 80an, bahkan ada yang sampai 100 tahun," ujarnya.
(ema/ern)











































