Miras Masuk Kampus, Mahasiswa UNISBA Demo

Miras Masuk Kampus, Mahasiswa UNISBA Demo

- detikNews
Kamis, 28 Feb 2008 13:03 WIB
Bandung - Mahasiswa Unisba akan menggelar aksi menolak dekadensi moral di kampus Unisba, Jl Tamansari, pkl 13.00 WIB, Kamis, (28/2/2008). Aksi ini merupakan aksi susulan dari aksi sebelumnya terkait dengan ditemukannya sejumlah miras di lingkungan kampus beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan Ketua Badan Operasional Mentoring Pendidikan Islam (Bompai), Firman Hidayat kepada detikbandung. "Aksi ini dilakukan untuk menyikapi terjadinya dekadensi moral di kampus UNISBA," jelas Firman.

Firman menuturkan, 31 Januari lalu pihaknya sudah melakukan aksi menyikapi ekses negatif acara band. Di mana Sabtu (26/1/2008), kampus Unisba menggelar pertunjukan band musik underground dari pkl 16.00- 01.30 WIB. Selepas acara tersebut, ditemukan muntahan miras di teras mesjid dan botol-botol miras di lingkungan Kampus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Firman menuturkan, aksi berikutnya (1/2/2008) dilakukan aksi penempelan poster-poster anti miras di lingkungan kampus. Aksi tersebut ternyata mendapat tentangan dari pihak-pihak yang tidak diketahui. Poster-poster anti miras tersebut dicorat-coret bahkan ditambahkan dengan kata-kata seperti 'kalian bukan kontrol kampus atau 'siga nu boga kuasa wae'.

Puncaknya, lanjut Firman, Kamis (21/2/2008), seorang oknum memberikan artikel tak senonoh pada salah satu anggota Bompai berjudul Retorika Dari kami. garis besarnya, artikel tersebut menyatakan bahwa para pendemo adalah orang-orang tolol yang senantiasa berbicara dengan jargon-jargon kampus yang telah usang. Bahkan, dalam artikel tersebut terdapat gambar alat kelamin laki-laki.

"Dalam artikel tersebut mereka menulis, kami orang-orang tolol yang ngomong dengan jargon-jargon kampus yang sudah basi," jelas Firman.

Untuk itu, Firman mengungkapkan, aksi hari ini yang akan diikuti sekitar 80 mahasiswa untuk menyadarkan civitas akademika Unisba bahwa telah terjadi dekadensi moral akibat ketidakpedulian semua pihak baik rektorat maupun mahasiswa.

"Kami pun akan mencari oknum yang bertanggung jawab dalam penulisan artikel ini," tandasnya.
(ema/ern)


Berita Terkait