"Kebutuhan beras kita tiap tahun 20 juta ton. Saya mau bertani di daerah Tomo, Sumedang dan ingin meningkatkan produksi padi disana. Dari 1 hektar, bisa menghasilkan 13 ton beras dan jenis padinya menggunakan pupuk organik sehingga berasnya lebih enak dari beras biasa," kata Probosutedjo saat ditemui di LP Sukamiskin, Rabu (27/2/2008).
Guna memenuhi kebutuhan modal dalam investasi di pertanian, Probo berencana untuk menjual aset-asetnya yang tidak produktif. "Saya kekurangan modal. Selama di penjara darimana dapat uang. Saya akan jual aset yang tidak produktif seperti tanah kosong, pabrik yang tidak produktif, bengkel di Karawang dan Bekasi, dan PT. Yudistira. Saya butuh ratusan miliar untuk membiayai pertanian,"
terang pria yang sudah mengenakan tongkat untuk membantunya berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(afz/ern)











































