Sekitar 441 narapidana Lapas Sukamiskin dilibatkan dalam kegiatan outbond ini. Tidak memungkinkan membawa mereka ke lokasi outbond yang ada di Lembang atau Subang, misalnya, penyelenggara outbond melalukan kegiatan ini tepat di luar sel para napi tersebut. Outbond ini pun diikuti 120 sipir penjara.
"Makanya disebut outbond koreksional, karena outbond ini berbeda dengan kegiatan outbond lainnya. Ini adalah pertama kali dilakukan di Indonesia. Konsepnya menggunakan setingan Lapas," ujar Deden Budi Kusuma, Direktur Spider Outbond Team, pihak penyelenggara, kepada wartawan di Lapas Sukamiskin, Jl AH Nasution, Selasa (26/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam simulasi hari ini, ada tiga permainan yang diperlihatkan yang semuanya menggunakan pipa paralon. Permaianan pertama, disebut tipe line.
Permainan kedua, pipa bocor. Pipa sepanjang 1,5 meter dilubangi di beberapa bagian. Salah satu ujung ditutup. Para peserta harus mengisi air ke pipa bolong tersebut hingga penuh.
Permainan ketiga, para napi harus menahan pipa sepanjang 2,5 meter ukuran 1 inci hanya dengan telunjuk dan menurunkannya dari atas bahu hingga hampir menyentuh tanah. Permainan ketiga ini disebut tongkat ajaib.
Menurut Kalapas Sukamiskin, Rachmat Priyo Sutardjo, kegiatan ini merupakan respon dari instruksi menteri hukum dan HAM yang mencanangkan bulan tertib 2008. "Fungsi Lapas sebagai tempat pembinaan terhadap napi harus dikedepankan," tuturnya.
(ern/ern)











































