Minat Baca Mahasiswa ITB Tinggi, Minat Menulis Rendah

Minat Baca Mahasiswa ITB Tinggi, Minat Menulis Rendah

- detikNews
Senin, 25 Feb 2008 15:12 WIB
Bandung - Acara Pekan Minat Baca ITB 2008 merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di ITB. Kegiatan yang dilakukan dua tahun sekali ini, diawali dengan polling mengenai minat baca dan tulis mahasiswa ITB. Hasilnya minat baca mahasiswa ITB dinilai delapan dari skala sepuluh, sementara minat tulis dibawah angka lima.

Polling yang dilakukan terhadap 1000 mahasiswa tersebut kemudian mendorong diadakannya rangkaian acara ini. Ketua Panitia Pekan Minat Baca ITB 2008, Mita Pristiani, menyatakan hasil polling juga menunjukkan tingginya minat baca mahasiswa cenderung pada bacaan-bacaan ringan seperti komik, novel atau majalah.

"Melalui perpustakaan kaget ini, kita menawarkan bacaan-bacaan berkualitas sebagai pilihan bacaan bagi mahasiswa. Namun bacaan ringan seperti novel dan majalah juga masih kita suguhkan," ujar Mita di Kampus ITB, Jalan Ganesha, Senin (25/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski polling yang dilakukan kurang representatif, lanjut Mita, namun diharapkan adanya acara ini nantinya bisa jadi referensi bagi perpustakaan pusat dan juga kampus untuk bisa lebih mengakomodir minat baca mahasiswa.

Perpustakaan kaget yang akan dibuka mulai tanggal 25 Februari sampai 1 Maret 2008 ini menyediakan lebih dari 500 buku. Jenis bukunya juga bervariasi, mulai dari fiksi, science, politik, budaya, sosial sampai aneka majalah.

Buku-buku ini dipinjamkan para mahasiswa-mahasiswa ITB yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Oleh karena itu, meskipun bisa dibaca gratis di perpustakaan, pengunjung harus menitipkan identitas diri mereka dan buku-buku tidak dapat dibawa pulang.

Respon dari kampus sendiri cukup antusias. Meski diakui, perpustakaan belum cukup ramai buka pada hari pertama perpustakaan kaget ini dibuka.

"Pihak kampus sangat mendukung kegiatan ini. Pengunjung memang belum ramai, mungkin karena hari pertama dan memang promosinya juga tidak besar-besaran," jelas Mita.

Acara ini sendiri akan dilanjutkan dengan berbagai rangkaian kegiatan lain, seperti Bedah Buku yang menghadirkan penulis Andrea Hirata, Workshop, Lomba Menulis dan ditutup dengan Diskusi Buku dengan dua penulis, Donny Dirghantoro dan Farida Susanty.

Lomba Menulis yang khusus untuk internal ITB ini juga mendapat respon positif dari mahasiswa. Lomba menulis kategori cerpen dan opini ini, dalam hitungan hari sudah mencatat 80 cerpen dan opini yang masuk ke panitia.

"Awalnya kita ingin mengadakan lomba blog, namun karena lomba blog cukup rumit dan persiapan panitia juga singkat, jadi kita memilih alternatif lomba menulis cerpen dan opini," tutur Mita menutup pembicaraan.
(twi/ern)


Berita Terkait