KAMPAK Desak Kasus Pertamina Balongan Diusut Lagi

KAMPAK Desak Kasus Pertamina Balongan Diusut Lagi

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 25 Feb 2008 11:49 WIB
KAMPAK Desak Kasus Pertamina Balongan Diusut Lagi
Bandung - 50 orang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KAMPAK) geruduk Gedung Sate dan Kejati Jabar menuntut penuntasan kasus korupsi pembangunan kilang minyak Balongan di Indramayu yang diduga merugikan uang negara hingga Rp 1,7 triliun.

Aksi ini dimulai pukul 11.00 WIB, di Jl Diponegoro, Senin (25/2/2008). Selain berorasi, massa juga membawa beberapa spanduk dari karton yang isinya antara lain "Koruptor balongan memiskinkan pantura" dan "Seret Ginandjar Kartasasmita ke pengadilan rakyat."

Menurut Korlap Aksi Abu Hilmi Yanto, proyek pembangunan kilang minyak Balongan oleh Pertamina di Kabupaten Indramayu pada saat Mentamben Ginandjar Kartasasmita, hingga kini menimbulkan masalah. "Hingga kini belum tuntas kasus korupsi Exor I (export oriented revinery) Pertamina Balongan Indramayu yang merugikan negara US 189,58 juta US atau 1,7 triliun," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru ada satu pejabat yang terjerat hukum, yaitu Tabrani Ismail, mantan Direktur Pengolahan Pertamina dan ketua tim negoisasi proyek tersebut. Sedangkan pejabat lain yang diduga terlibat yaitu mantan ketua dewan komisaris pemerintah untuk Pertamina dan Mentamben Ginandjar Kartasasmita, belum tersentuh," cecarnya

Kasus ini, lanjutnya, menguap begitu saja tanpa kepastian hukum yang jelas. Mulai dari Jaksa Agung AM Galib hingga Hendarman Supanji, masih belum juga tuntas.

"Kami mendesak segera bentuk tim penyidik koneksitas. Kejagung harys mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu. Segera cabut SP3 dan periksa kembali Ginandjar yang kini sebagai ketua DPD," tuntut Hilmi.

(ern/lom)


Berita Terkait