"Menjadi pemimpin adalah amanat. Jika rakyat mengamanatkan saya untuk maju (mencalonkan diri - Red), ya saya akan maju. Toh buat apa saya maju jika hasilnya adalah gagal," katanya diplomatis.
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menegaskan, selama masih menjabat sebagai gubernur ia belum dapat memastikan sikap politiknya untuk pemilu 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makin mencuatnya wacana ini setelah Sri Sultan mendatangi fraksi PAN di DPR 5 Oktober tahun lalu. Ketika disinggung tentang partai yang mendekatinya, Sri Sultan membiarkan wacana berkembang.
"Nantilah tunggu UU Pemilu sudah selesai. Walaupun sekarang didekati tapi ternyata partai tersebut tidak lolos verifikasi kan bagaimana. Jadi nanti lah kita lihat. Siapapun itu partainya. Tunggu saya selesai jabatan gubernur,"katanya sambil meninggalkan ruangan.
(afz/lom)










































