Aksi yang dimulai pukul 08.30 WIB ini digelar di depan Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur, Kamis (21/2/2008). Rencananya mereka akan bergerak menuju gedung rektorat yang jaraknya hanya 50 meter dari monumen.
Ratusan mahasiswa yang mengenakan jas almamater tersebut, masing-masing ditangannya membawa bendera kecil berwarna putih bertuliskan "I love Unpad". Kata 'love' disimbolkan dengan gambar hati berwarna merah muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antara mahasiswa laki-laki dan perempuan terpisah. Masing-masing kelompok dibatasi oleh tali rapia yang mereka pegang. Di depan monumen, secara bergantian mereka berorasi yang intinya mengecam kebijakan rektorat yang tidak transparan.
Koordinator Aksi, Wimanto, dari Fakultas Perikanan dan Kelautan 2003, menyatakan setiap tahunnya pihak kampus menerima dana yang besar dari mahasiswa. Dari dana tersebut, kata dia, sekitar 8 persen diberikan untuk kegiatan mahasiswa.
"Nyatanya lembaga kemahasiswaan seperti BEM, BPM, UKM, di Unpad itu tidak mengetahui secara pasti berapa besar dan kemana aliran dana itu," katanya.
Menurutnya transparansi dana kemahasiswaan mutlak dilakukan dengan melibatkan mahasiswa pada setiap kebijakan yang diambil. "Kami menilai sangat penting untuk tranparansi dana kemahasiswaan.Selain karena ada hak mahasiswa di sana, transparansi dana di PT lain sudah dilakukan," ujarnya
Aksi ini, kata dia, sengaja digelar bertepatan dengan hari mahasiswa internasional yang jatuh pada hari ini.
Sekitar pukul 09.45 WIB, mahasiswa mulai bergerak ke arah gedung Rektorat. Namun sebelumnya mereka berkeliling dulu hingga ke gedung Magister Unpad di jalan yang sama, Jalan Dipatiukur.
(ern/lom)











































