"Naufal ngga mau beli handphone lagi. Biar pakai wartel saja kalau ingin telpon Ayah dan Ibu," tutur ibu Naufal, Rini Purbasarari (34) menirukan ucapan anaknya saat dihubungi detikbandung di kediamannya Komplek Santosa Asih Jaya, Jl Graha Batu Karang Blok Z 3 No 15, Riung Bandung, Rabu (20/2/2008).
Menurut Rini, handphone tersebut dibelinya sekitar akhir tahun 2006 di sebuah electronic mall baru di kota Bandung. Selama setahun handphone Nokia tipe N2115i tersebut digunakannya sebelum diberikan kepada Naufal. Handphone tersebut diberikan ketika Naufal tidak lagi menggunakan mobil jemputan sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Handphone tersebut merupakan handphone ketiga Naufal, setelah dua hadphone sebelumnya rusak. Hingga teman-teman sekelasnya menjuluki Naufal tukang gonta ganti handphone.
Rini menuturkan, handphone tersebut digunakan sebagai sarana komunikasi Naufal dengan dirinya. Terutama untuk mengetahui keberadaan Naufal termasuk untuk penjemputan. Naufal akan menelepon dirinya ketika sudah sampai di jembatan dekat Metro untuk minta jemput dengan motor. Reni pun menjelaskan, handphone tersebut tidak ada masalah, hanya baterainya pernah drop sebelum diberikan pada Naufal.
Saat ditanya apakah akan memberikan handphone lagi kepada Naufal, Rini mengatakan dirinya masih menunggu trauma Naufal hilang dan menunggu kepercayaan diri Naufal muncul kembali.
"Jika kepercayaan dirinya sudah muncul lagi, mungkin saya akan menawarkan HP lagi ke dia. Kalau pun dibelikan yang baru, Naufal ingin handphone berkamera," tutur Rini. (ema/twi)











































