Aktifis Bandung Heritage, Dibyo Hartono, kepada detikbandung, Jumat (15/2/2008), menyatakan langkah pemugaran Hotel Surabaya tersebut bisa menghilangkan ciri khas Bandung."Banyak orang bilang buat apa mempertahankan bangunan kuno, mending dibuat modern. Pikiran mereka sempit. Dengan bangunan bersejarah itu kita jadi bisa tahu sejarah masa lalu kota yang kita tempati ini," sesal Dibyo.
Umur Hotel Surabaya yang sudah uzur mencapai 100 tahun, kata dia, bukan alasan hotel tertua di Bandung itu dipugar. "Di Amerika dan Eropa sana, banyak gereja yang berumur 500 tahun, tapi tetap bisa dirawat. Apalagi ini umurnya baru 100 tahun. Banyak cara agar gedung itu bisa dirawat tanpa melakukan pemugaran," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya pemerintah ataupun pemilik gedung selalu berkonsultasi dengan Bandung Heritage jika akan melakukan pemugaran. Tapi ini dilakukan secara diam-diam," ujarnya.
Dibyo mengatakan bangunan hotel tersebut merupakan contoh bangunan penginapan awal di kota Bandung. Hal itu terlihat dariย toilet dan kamar mandi yang masih bersatu.
(ern/lom)










































