Kawanan perampok berhasil membawa 21 unit CPU, 2 unit monitor, 1 unit LCD, uang Rp 800 ribu milik warnet dan konsumen serta 5 unit handphone milik konsumen.
Berdasarkan saksi mata, Yudi, penjaga warnet, sekitar pukul 03.30 WIB, datang seorang laki-laki kurus tinggi berpakaian rapi ke warnet. Setelah itu, dia keluar dan kembali lagi bersama tujuh temannya. Orang yang pertama datang tadi, langsung mengeluarkan senjata laras pendek dan menodongkannya ke arah Yudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, lanjut dia, di warnet ada delapan konsumen. Dia bersama delapan konsumen itu digiring ke dalam WC. "WC tidak dikunci tapi dijaga oleh satu orang," ujar Yudi.
Aksi kawanan perampok itu, kata Yudi, hanya berlangsung 10 menit. Ketika para perampok itu pergi, barang-barang di warnet sudah digondol habis. Tidak ada satu pun unit CPU yang tersisa. Kawanan perampok, kata Yudi, memakai mobil pick up warna gelap dan Avanza hitam.
Salah satu konsumen, Viki (18), mengungkapkan salah seorang perampok yang membawa cerulit mendatanginya dan langsung mengalungi lehernya dengan celurit. "Orang itu sambil mengalungi cerulit di leher saya bilang mana handphone dan dompet kau," ujar Viki menirukan.
Tak kehilangan akal, Viki melemparkan handphone miliknya ke bawah meja komputer. Dia hanya memberikan dompetnya ke perampok itu. "Si perampok itu hanya bawa uang saya Rp 300 ribu. HP saya engga diambil. Wah saya keringat dingin," ujarnya.
Pemilik warnet, Roni Andriansyah mengungkapkan dirinya mengalami kerugian sebesar Rp 130 juta. "Saya sedang berada di Jakarta saat dihubungi Yudi," ujarnya.
Saat ini kasus ini tengah ditangani oleh Polresta Bandung Tengah. Dalam enam bulan terakhir, sebelumnya aksi perampokan warnet telah terjadi lima kali.
(ern/lom)











































