"Tarifnya cuma Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Biasanya para pelanggannya dari sopir truk atau travel dari Jakarta," ujar Asep, warga sekitar yang berprofesi tukang tambal ban sejak tahun 1987, kepada detikbandung, Jumat (15/2/2008).
Sementara itu menurut turis asal Belanda, Olivier, saat berbincang dengan detikbandung via email mengatakan sepengetahuan dirinya hotel itu dikenal dengan hotel BBS. "Saya sempat dengan teman dari Indonesia berkunjung ke sana karena tertarik mengabadikan foto hotel itu. Namun dilarang oleh pemilik hotel. Kami malah ditawari menginap. Melihat tarifnya yang sangat murah, teman saya mengatakan jika hotel itu memang biasa untuk BBS," ujarnya yang mengaku tidak jadi menginap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari berbagai literatur, Hotel Surabaya didirikan oleh pengusaha China pada 1884 saat Stasiun Bandung didirikan di sebelah utara kawasan Kebonjati. Hotel Surabaya berdiri di kawasan Pecinan dan berusia lebih tua dari Pasar Baru yang baru berdiri
tahun 1906 sebagai pasar modern pertama di Bandung.
(ern/lom)











































