Udara Gedung Panas dan Pengap, 30 Orang Pingsan Bertumpuk

Petaka Konser Bandung

Udara Gedung Panas dan Pengap, 30 Orang Pingsan Bertumpuk

- detikNews
Selasa, 12 Feb 2008 15:11 WIB
Bandung - Udara sesaat setelah konser musik Beside di Gedung AACC usai, sangat panas dan pengap. Suasana menjadi tidak terkendali saat terjadi aksi dorong antara massa di dalam dan di luar gedung. Bruk...puluhan orang pun jatuh pingsan saling bertumpuk. Korban yang berada di tumpukan paling bawah tewas seketika.

Demikian terungkap dari rilis yang disampaikan panitia sukarela dalam konser tersebut, di Gedung AACC, Jalan Braga, Selasa (12/2/2008). Menurut Juru bicaranya, Nandi Sufyan, suasana tidak terkendali tersebut terjadi sekitar pukul 20.40 WIB, sesaat konser usai.

"Saat itu penonton yang tidak kebagian tiket memaksa masuk ke dalam gedung dan penonton yang di dalam akan keluar. Lalu terjadi aksi saling dorong di pintu utama. Panitia berusaha membuka pintu samping, namun terkunci. Kuncinya dipegang oleh pengelola gedung," tutur Nandi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun akhirnya pintu samping berhasil dijebol oleh puluhan penonton. Saat itu, kata Nandi, udara dalam gedung sangat panas dan pengap. Suasana makin memanas ketika aksi dorong di pintu utama menyebabkan 30 orang pingsan dan saling tertumpuk.

Melihat kejadian itu, panitia dibantu para penonton mencoba menolong korban yang tertumpuk tepat di depan pintu dengan membawanya ke tempat yang lebih lapang.

"Namun suasana makin panik ketika diketahui ada korban yang sudah meninggal. Dan suasana pun semakin panik ketika korban-korban yang berada di tumpukan paling bawah berhasil dievakuasi ternyata sudah banyak yang meninggal," ujar Nandi.

Karena sulit menghubungi mobil ambulans dan RS, akhirnya dengan menggunakan satu mobil milik panitia dan satu mobil dari personel Beside, serta beberapa mobil patroli polisi, semua korban dibawa ke RS Bungsu, Jl Veteran. "Saat tiba di RS Bungsu diketahui, 9 korban telah meninggal dunia. Pada kesempatan yang sama, kami pun mendapat kabar jika 1 korban yang berada di RS Emmanuel pun meninggal," tutur Nandi.
Kini korban yang tewas jumlahnya menjadi 11 orang, setelah Entis Sutisna yang sempat dirawat di IGD RSHS menghembuskan napas terakhir Senin Malam (11/2/2008) (ern/lom)


Berita Terkait