"Kejadian tersebut harusnya tidak terjadi jika pengelola memiliki aturan yang jelas bagi penyewa gedung dan peruntukkan gedung ini buat apa. Masa konser band metal di gedung kecil seperti ini,"ungkapnya di gedung AACC, Senin (11/2/2008).
Kedudukan dan fungsi gedung AACC harus dikembalikan lagi ke fungsi semula sebagai gedung kebudayaan yang menampilkan event-event yang tidak mengundang massa banyak. "Gedung AACC merupakan gedung kesenian danย kebudayaan bukan gedung untuk komersil. Gedung ini hanya layak dipergunakan untuk pertunjukan tradisional bukan pertunjukan yang mendatangkan ribuan orang," terangnya.
Boy Werang dulu mengelola AACC bersama dengan almarhum Bambang Budi Asmara. Namun 2006 lalu Bambang meninggal dunia. Semenjak itu AACC diambil alih oleh PD Jaya Wisata.
Menurutnya Pemprov Jabar tidak bisa lepas tangan terhadap konser yang berujung maut pada 9 Februari lalu. "Dari tahun kemarin (2007 - Red), gubernur akan mengembalikan pengelolaan dan fungsi gedung AACC seperti semula. Dulu kan dikelola sama Disbudpar. Saya berharap AACC akan berfungsi kembali seperti semula yaitu sebagai tempat event-event budaya Jawa Barat,"kata pria berkaca mata ini. (afz/ern)











































