Pasca Konser Maut, EO Underground di Bandung Cemas

Pasca Konser Maut, EO Underground di Bandung Cemas

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 11 Feb 2008 17:17 WIB
Bandung - Sabtu kelabu yang merenggut 10 nyawa dalam pentas musik underground di AACC (9/2/2008), membuat cemas bagi event organizer (EO) yang biasa menggelar acara musik rock dan underground di Bandung.

Hal itu dirasakan oleh pengurus EO Manusia Baja, Fajar (26). Fajar yang rencananya bulan ini akan menggelar konser musik underground grup 'Alone at Last' di gedung AACC, mengaku khawatir jika acara yang sudah direncanakan jauh hari batal.
Β 
"Setelah kejadian kemarin, imej underground makin negatif. EO dan band underground kena imbasnya. Kami cemas terutama dalam hal perizinan keamanan akan dipersulit oleh kepolisian," ujarnya.

Dia mengakui kejadian kemarin merupakan sejarah terburuk dalam komunitas underground. Selama ini, jarang terjadi kejadian peristiwa yang banyak memakan jiwa seperti di Sabtu lalu. "Saya sudah menggelar lima kali acara yang serupa, tidak pernah terjadi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut kata dia, beberapa gedung yang kini dijadikan tempat konser setelah Gor Saparua dilarang adalah di AACC, Dago Tea House, Gedung Dezon, dan Sabuga. "Sewa per hari di AACC Rp 4 juta, itu paling murah dibandingkan yang lainnya," ungkapnya.

Selama ini, kata dia, gedung tertutup dipilih untuk keamanan dan kenyamanan saat konser. Fajar berharap pemda membangun sarana yang representatif dan harga terjangkau. "Gedung yang bisa menampung massa banyak, dengan ventilasi yang bagus dan ada AC-nya juga," katanya.

(ern/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads