Gubernur Jabar Danny Setiawan menyatakan pihaknya sedang menggodok perubahan nama AACC karena adanya permintaan dari Departemen Luar Negeri. Dulu kan namanya Majestic, entah namanya kembali lagi atau tidak. Nanti akan kami bahas," ujarnya di sela-sela kunjungannya ke Gedung AACC, Senin (11/2/2008).
Menurutnya gedung ini akan dikembalikan kepada fungsi semula yaitu khusus untuk pertunjukan seni dan budaya, di mana tidak semua seni musik seperti underground bisa pentas di gedung tersebut. "Nanti akan disesuaikan dengan peruntukkannya. Gedung ini tidak mungkin menampung sekian banyak pengunjung dan harus selektif juga kegiatan seninya," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sementara, lanjutnya, gedung ini ditutup oleh polisi untuk kepentingan penyidikan. Namun, jika sudah selesai gedung ini akan dipakai kembali.
Gedung AACC dibangun pada tahun 1920-an dengan arsitek Prof Ir Wolf Schoemaker, guru besar Technische Hoogeschool te Bandoeng (ITB-red). Pada jamannya bernama bioskop Majestic yang banyak memutar film-film panas. Kemudian tahun 1960-an sempat berubah nama menjadi bioskop Dewi, tapi kembali berubah Majestic. Kemudian pada tahun 2000, LSM Asia Africa Culture Centre (AACC) berkantor di sana dan namanya diubah menjadi AACC.
(ern/ern)











































