Ibu Ressa, Yohaeni (40), mengungkapkan kepedihan karena harus kehilangan anak sulungnya tersebut, "Saya sedih sekali, apalagi saat lihat Ressa di kamar jenazah. Wajahnya lebam dan banyak semut. Di dadanya banyak bekas sepatu," tuturnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Sadang Saib RT 2 RW 12 Kelurahan Sadangserang, Kecamatan Coblong.
Ressa berada di kamar jenazah RSHS sejak Sabtu Malam. Saat sembilan korban lainnya diambil oleh keluarga dan dimakamkan Minggu (10/1/2008), Ressa baru dikenali oleh keluarga pada Minggu malam. "Kami mengira dia di rumah neneknya," ujar Yohaeni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam ingatan Rohaeni, Ressa merupakan anak yang baik dan rajin sekolah. "Dia memang bercita-cita menjadi pemain band. Dengan teman-temannya bikin grup band, dia megang drum," ujarnya
(ern/ern)










































