Demikian disampaikan Daby, drummer Beside saat konferensi pers di Commons Room, Minggu (10/2/2008).
"Ketika show sudah berjalan selama setengah jam pertunjukan berjalan lancar, sama sekali tidak ada perkelahian ataupun perusakan seperti yang diberitakan oleh media," ujar Daby.
Daby menjelaskan, ketika pertunjukan usai, penonton yang ada di dalam bergerak menuju keluar. Sementara pengunjung yang ada di luar berpikir bahwa pertunjukan masih berlangsung. Sehingga akhirnya kedua arus pengunjung itu bertemu dan berdesakan di satu titik yang menyebabkan tewasnya 10 orang.
Sepengetahuan Daby, menurut pengelola AACC kapasitas maksimal AACC adalah seribu orang. Maka pihak panitia hanya membuat 800 ratus tiket termasuk undangan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan pengunjung.
"AACC merupakan tempat yang paling memadai, setelah tidak diperbolehkannya lapangan Saparua digunakan petunjukan musik underground," tutur Daby.
Terjadinya insiden di AACC tersebut membuat grup band yang terdiri dari lima personil ini menunda jadwal turnya ke berbagai kota di pulau Jawa.
"Kami akan bertanggung jawab secara pribadi maupun atas nama komunitas underground. Rencananya, kami akan mengunjungi keluarga korban dan memberi dukungan," tambah Daby. (ema/ern)











































