Puluhan warga Jl. Babakan Tarogong Gang Sindang Asih RT 9 RW 4 Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Bojongloa Kaler, mengantarkan jenazah Novi ke TPU Astanaanyar. Karena gerimis, sebagian diantaranya menggunakan payung. Ibunda Novi, Neng Gustini, tidak turut serta dalam pemakaman.
"Kamis (7/2/2008-red), Novi potong rambut hingga daun telinga. Dia bilang, ibu ini kependekan, engga papa ya bu, dua minggu lagi juga panjang," ujar Gustini menirukan ucapan putri keduanya di rumah duka. Gustini merasa, hal itu merupakan pertanda kepergian putrinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat Sabtu Malam (9/2/2008) naas itu, Novi dan Siska tidak meminta izin. Keduanya meninggalkan rumah sekitar pukul 18.30 untuk berkunjung ke rumah neneknya yang masih satu kelurahan. "Mereka juga bilang setelah dari rumah neneknya mau ke Jamika, beli celana hitam," tuturnya.
Sekitar pukul 21.30 WIB, Siska tiba ke rumah dan menanyakan keberadaan Novi. Rupanya, kata Gustini, keduanya terpisah saat menonton konser. Kemudian ayah Novi, Bagja Gunawan, pergi ke Gedung AACC untuk mencari Novi yang kini masih duduk di kelas 3 SMP 11 Bandung.
"Saat tiba di sana, konsernya sudah selesai. Kata petugas sana, banyak korban. Suami saya diminta untuk datang ke RSHS untuk identifikasi," tutur Gustini yang mengaku lemas saat mendengar kabar dari suaminya.
(ern/ern)











































