"Sejak dulu Hartono ingin dimakamkan di Sukabumi. Karena ini merupakan amanat dari almarhum maka kami pihak keluarga akan memakamkan di Sukabumi,"terang Junaedi, kakak ipar almarhum yang berdomisili di Sukabumi, Jumat (8/2/2008)
Hartono meninggalkan seorang istri yang bernama Neneng Maemunah (33 tahun) dan dua orang putra yang bernama Raka (11 tahun) dan Riko (7 tahun).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu tampak puluhan rekan almarhum hadir di rumah duka. "Saya datang bersama lima puluh karyawan Blue Bird melayat almarhum. Saya merasa kehilangan. Saya pribadi terakhir ketemu pada saat menjenguk teman di Padalarang hari Rabu kemarin,"kata Eno Wijaya, kepala SPPBBG (Serikat Pekerja Perusahaan Blue Bird Grup) unit Bandung
Dimata rekan kerjanya, almarhum adalah pribadi yang menyenangkan dan tidak pernah ada masalah dengan teman dan atasannya. "Almarhum orang yang humoris dan selama saya kenal dia tidak pernah ada masalah dengan teman dan atasannya,"kata Eno dengan ekspresi sedih.
Pihak perusahaan tempat almarhum berkerja akan memberikan santunan kepada keluarga almarhum. "Perusahaan akan memberikan santunan berupa biaya pemakaman, tunjangan hari tua dan asuransi. Yang jelas untuk keluarga yang ditinggalkannya akan diberikan santunan sesuai dengan ketentuan yang ada di perusahaan kami,"terang Eno yang langsung pergi meninggalkan rumah duka setelah melakukan sholat jenasah. (afz/ern)











































