Ketua RT 6, Surmana, mengungkapkan sekitar pukul 10.00 WIB, salah seorang warga menemukan korban dalam keadaan terlentang di lapangan dengan luka sayat di bagian leher dan pergelangan tangan. "Saya kaget sekali. Saat saya kesana, saya lihat pisau cutter di dekat jenazah. Kasus ini sih katanya masih diduga bunuh diri karena tidak ada saksi," ujarnya di kamar jenazah RS Hasan Sadikin, Jalan Pasteur. Jenazah tiba di RSHS pukul 14.00 WIB.
Sumarna mengungkapkan dia bertemu terakhir kali dengan Hartono pada Kamis malam (7/2/2008) saat dirinya meminta sumbangan pembangunan masjid. "Saya lihat dia baik-baik saja. Saat saya ke rumahnya, Pak Hartono sedang siap-siap untuk bekerja karena dia bagian malam," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irvan mengaku kaget mendengar kabar kematian rekan sekantornya itu. Menurutnya selama ini, Hartono dikenal sebagai pribadi yang supel, ramah, dan suka becanda. "Kami kira lelucon, ternyata memang benar," lirihnya.
Hingga pukul 16.15 WIB, jenazah Hartono masih diotopsi. Tidak terlihat keluarga korban. Hartono mempunyai satu istri dan dua anak. Dia bekerja di Bandung sejak 2005 lalu. Sebelumnya dia bekerja di PT Blue Bird Jakarta. Belum diketahui persis penyebab kematiannya. (ern/ern)










































