Mengakrabkan Anak dengan Bencana Lewat Buku

Mengakrabkan Anak dengan Bencana Lewat Buku

- detikNews
Kamis, 07 Feb 2008 13:34 WIB
Bandung - Bencana yang terus melanda Indonesia tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tapi juga spiritual. Efek trauma pasca bencana sangat rentan, khususnya bagi anak-anak.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) sebagai organisasi non profit, menanggapi hal ini dengan menerbitkan buku panduan bagi anak-anak untuk bisa mengenali ancaman bencana. Misalnya kebakaran, tsunami, gempa bumi, tanah longsor dan lain-lain.

Buku ini dikemas dengan layout yang menarik bagi anak-anak. Selain untuk anak-anak, tersedia juga buku panduan bagi guru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Direktur Ekskutif Walhi Jawa Barat, Denny Jasmara, buku ini ditujukan pada anak-anak Sekolah Dasar. Hal ini dikarenakan anak-anak masih tidak mengerti gejala-gejala bencana atau cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.

"Ketika terjadi bencana, anak-anak tidak tahu apa-apa. Jadi selain bisa membuka pemahaman anak-anak, ini juga bisa membantu mengenalkan pelestarian lingkungan kepada anak-anak," ujar Denny kepada detikbandung ketika ditemui di kantor Walhi Jawa Barat, Jl. Bengawan.

Sebelum menerbitkan buku, tahun lalu Walhi telah melakukan pelatihan kepada para guru tentang memberikan pemahaman bencana kepada anak-anak. Pelatihan yang dilaksanakan di Pangandaran tersebut mendapat sambutan antusias dari para guru, karena mereka sendiri berada di kawasan rawan tsunami.

Walhi berharap, lanjut Denny, program ini dapat diadopsi oleh pemerintah. Diakuinya bahwa saat ini mereka sedang menunggu konfirmasi dari dinas pendidikan tentang tindak lanjut kerja sama antara Walhi dan pemerintah.

"Saat ini kami sudah mencetak 30.000 eksemplar atau 10.000 paket buku. Satu paket terdiri dari 3 buku, termasuk panduan bagi guru. Dinas pendidikan rencananya akan turut membantu untuk cetakan berikutnya, kami sedang menunggu konfirmasi," jelas Denny.

Buku ini sendiri telah menyebar di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan-kawasan rawan bencana seperti Aceh, Yogyakarta, Lampung dan Jakarta.
(twi/ema)


Berita Terkait