Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) sebagai organisasi non profit, menanggapi hal ini dengan menerbitkan buku panduan bagi anak-anak untuk bisa mengenali ancaman bencana. Misalnya kebakaran, tsunami, gempa bumi, tanah longsor dan lain-lain.
Buku ini dikemas dengan layout yang menarik bagi anak-anak. Selain untuk anak-anak, tersedia juga buku panduan bagi guru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika terjadi bencana, anak-anak tidak tahu apa-apa. Jadi selain bisa membuka pemahaman anak-anak, ini juga bisa membantu mengenalkan pelestarian lingkungan kepada anak-anak," ujar Denny kepada detikbandung ketika ditemui di kantor Walhi Jawa Barat, Jl. Bengawan.
Sebelum menerbitkan buku, tahun lalu Walhi telah melakukan pelatihan kepada para guru tentang memberikan pemahaman bencana kepada anak-anak. Pelatihan yang dilaksanakan di Pangandaran tersebut mendapat sambutan antusias dari para guru, karena mereka sendiri berada di kawasan rawan tsunami.
Walhi berharap, lanjut Denny, program ini dapat diadopsi oleh pemerintah. Diakuinya bahwa saat ini mereka sedang menunggu konfirmasi dari dinas pendidikan tentang tindak lanjut kerja sama antara Walhi dan pemerintah.
"Saat ini kami sudah mencetak 30.000 eksemplar atau 10.000 paket buku. Satu paket terdiri dari 3 buku, termasuk panduan bagi guru. Dinas pendidikan rencananya akan turut membantu untuk cetakan berikutnya, kami sedang menunggu konfirmasi," jelas Denny.
Buku ini sendiri telah menyebar di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan-kawasan rawan bencana seperti Aceh, Yogyakarta, Lampung dan Jakarta.
(twi/ema)











































