Hal itu disampaikan Direktur Utama RSHS, Cissy RS Prawira dalam konferensi pers di RSHS Jl. Pasteur, Rabu (6/2/2008). "Nilai ini diperoleh dari klaim RSHS untuk Askeskin tahun lalu yang rata-rata mencapai Rp 4 hingga Rp 5 M per bulan. Untuk program Askeskin selama tiga bulan, diberikan uang muka sebesar Rp 15 M," tutur Cissy.
Uang muka itu nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan program Askeskin, mulai dari perawatan sampai prosedur verifikasi pasien. Bahkan, lanjut Cissy, kini Surat Keabsahan Pasien (SKP) dapat dikeluarkan oleh pihak rumah sakit. Namun SKP yang telah dikeluarkan oleh PT ASKES juga masih tetap berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya ketentuan baru ini, Cissy menilai akan lebih efektif dan prosedurnya lebih sederhana. Rencananya akan ada tim verifikasi khusus di tiap rumah sakit. Tersebar 2000 orang untuk seluruh rumah sakit di Indonesia. Di RSHS sendiri akan ada satu tim yang terdiri dari 20 orang.
"Tim ini nanti akan benar-benar turun ke lapangan melakukan survey terhadap pasien. Karena terkadang ada yang terlihat mampu, padahal sebenarnya miskin dan sebaliknya," tambah Direktur Keuangan RSHS, Chamdani Tauchid.
Cissy juga menambahkan bahwa program ini tidak lagi berdefinisi sebagai asuransi melainkan sebagai bantuan sosial pemerintah. Pemerintah menargetkan kartu dapat mencapai 41 juta warga miskin di seluruh Indonesia.
(twi/ern)










































