Eko dan Yunita merupakan anggota Barisan Mahasiswa Pecinta Alam Widyatama (Bramatala). Keduanya bersama anggota Bramatala lainnya, M Iqbal, melakukan pendakian ke Gunung Agung pada 26 Desember 2007 lalu. Seharusnya ketiganya sudah turun pada 29 Desember, namun hingga 30 Desember belum juga turun. Akhirnya tim SAR setempat melakukan pencarian.
Pada hari ke 8 pencarian, ditemukan jenazah Iqbal di ketinggian 2600 meter dalam keadaan meringkuk seperti kedinginan. Namun Eko dan Yunita tidak ditemukan hingga sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut rencana, pencarian akan dilakukan hingga akhir Februari 2008 yang akan difokuskan di titik ditemukannya M Iqbal hingga puncak gunung.
"Pencarian melibatkan pemanjat tebing karena tebing-tebingnya susah untuk didaki. Cuaca saat ini di daerah pendakian kurang bagus karena berada di ketinggian 2400 meter hingga 3 ribu meter. Suhunya sama dengan saat musim dingin di Eropa," ujar Mame.
Karena buruknya cuaca, kata Mame, tim pencarian pun harus tiarap saat mendaki gunung. "Anginnya besar sekali, kalau mereka berdiri terkena angin," ungkapnya.
Menurut Mame, hilangnya mahasiswa di gunung bukan sekali ini saja terjadi. Sekitar 10 hingga 15 tahun lalu, dua mahasiswa PA Widyatama juga pernah hilang di gunung dan baru ditemukan 9 bulan kemudian. "Saya lupa, gunung Semeru atau Gunung Bromo,' ujarnya.
Karenanya, kata dia, untuk mengantisipasi kegiatan ekstrakulikuler yang berbahaya seperti pecinta alam, pihak universitas memberikan asuransi bagi mahasiswa. Ini untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan.
(ern/ern)











































