130 Pecinta Alam 'Serbu' G. Agung

Sebulan mahasiswa Widyatama hilang

130 Pecinta Alam 'Serbu' G. Agung

- detikNews
Rabu, 06 Feb 2008 15:22 WIB
Bandung - Sebulan sudah dua dari tiga mahasiswa Universitas Widyatama hilang di Gunung Agung, Bali, tidak diketahui rimbanya. Namun hal itu tidak menyurutkan 130 orang dari berbagai organisasi pecinta alam untuk terus mencari Eko Saputra Sudirman dan Yunita Indah Syafitri.

Eko dan Yunita merupakan anggota Barisan Mahasiswa Pecinta Alam Widyatama (Bramatala). Keduanya bersama anggota Bramatala lainnya, M Iqbal, melakukan pendakian ke Gunung Agung pada 26 Desember 2007 lalu. Seharusnya ketiganya sudah turun pada 29 Desember, namun hingga 30 Desember belum juga turun. Akhirnya tim SAR setempat melakukan pencarian.

Pada hari ke 8 pencarian, ditemukan jenazah Iqbal di ketinggian 2600 meter dalam keadaan meringkuk seperti kedinginan. Namun Eko dan Yunita tidak ditemukan hingga sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rektor Widyatama Mame Sutoko mengatakan 130 orang itu merupakan gabungan pecinta alam yang dikoordinir Wanadri. Mereka akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. "Mereka sudah berangkat sejak Sabtu lalu (2/2/2008-red), dan saya mendapatkan kabar jika Selasa (5/2/2008-red) mereka sudah mulai melakukan pencarian," ujarnya di kampus Widyatama, Jl Cikutra, Rabu (6/2/2008).

Menurut rencana, pencarian akan dilakukan hingga akhir Februari 2008 yang akan difokuskan di titik ditemukannya M Iqbal hingga puncak gunung.

"Pencarian melibatkan pemanjat tebing karena tebing-tebingnya susah untuk didaki. Cuaca saat ini di daerah pendakian kurang bagus karena berada di ketinggian 2400 meter hingga 3 ribu meter. Suhunya sama dengan saat musim dingin di Eropa," ujar Mame.

Karena buruknya cuaca, kata Mame, tim pencarian pun harus tiarap saat mendaki gunung. "Anginnya besar sekali, kalau mereka berdiri terkena angin," ungkapnya.

Menurut Mame, hilangnya mahasiswa di gunung bukan sekali ini saja terjadi. Sekitar 10 hingga 15 tahun lalu, dua mahasiswa PA Widyatama juga pernah hilang di gunung dan baru ditemukan 9 bulan kemudian. "Saya lupa, gunung Semeru atau Gunung Bromo,' ujarnya.

Karenanya, kata dia, untuk mengantisipasi kegiatan ekstrakulikuler yang berbahaya seperti pecinta alam, pihak universitas memberikan asuransi bagi mahasiswa. Ini untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan.

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads