Ditemui di kediamannya, Sayuti menyatakan dirinya menerima wahyu pada malam Jumat di tahun 1993. "Saya bermimpi dan dalam mimpi itu saya terima wahyu," ujarnya yang mengaku hingga sekarang masih menerima wahyu.
Dalam keyakinannya, Sayuti mengaku hanya cukup melakukan shalat dua kali sehari yaitu maghrib dan subuh. Dalam bukunya berjudul "Kelalaian para pemuka agama dalam memahami kitab-kitab peninggalan nabi-nabi Allah (Taurat, Injil, dan Alquran) dengan segala akibatnya", Sayuti menyatakan jika dirinya mengganti bacaan shalat kecuali Alfatihah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya banyak diskusi dengan ulama dari NU, Muhammadiyah dan juga Persis, tapi tidak ada yang bisa menjawab kegelisahan saya. Makanya saya mempelajari sendiri dan akhirnya mendapatkan wahyu," jelasnya.
Dia kembali menegaskan jika Alquran yang dibaca saat ini oleh umat Islam bukanlah firman Allah, melainkan perkataan Nabi Muhammad putra Abdullah.
(ern/ern)










































