Salah satunya datang dari anggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Supardijono Sobirin, yang mengemukakan adanya positif dan negatif dari PLTSa.
"PLTSa itu bsia jadi alternatif terakhir, lebih baik sekarang fokus pada upaya-upaya praktis untuk mengatasi sampah. Misalnya ya seperti aksi anti plastik ini," ujar Sobirin di sela-sela konferensi pers Anti Plastic Campaign, di kampus ITB, Jl. Ganesha, Senin (4/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan ini dia juga menyarankan agar aksi ini bisa dibawa kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung. Pemerintah kota dan DPRD berwenang mengeluarkan instruksi untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dan melarang pembuangan sampah plastik.
"Kalau perlu, meniru negara-negara seperti Cina atau negara maju lainnya untuk menghentikan produksi kresek. Tapi kalau memang toh tidak efektif, baru PLTSa bisa jadi alternatif solusinya" ujar Sobirin menutup pembicaraan. (twi/lom)










































