Pemasangan kamera pengintai, bagi warnet Astanet, Jl Kliningan dan warnet Atheroz di Jalan Sulandjana, sudah dilakukan sejak lama. Namun diakui para operator warnet, jika pengoperasiannya sangat terbatas.
"Pemasangan CCTV juga terbatas kemampuannya. Tidak semua ruangan kita pasang, makanya tidak bisa terlalu berharap dengan alat itu. Tetap perlu ada orang yang menjaga," ujar karyawan Atheroz Asmuri Anwar, kepada detikbandung melalui telepon, Senin (4/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamanan serupa juga dilakukan oleh warnet Astanet, Jalan Kliningan. Menurut operator warnet, Agung, meski kamera pengintai dipasang serta ada penjagaan satpam, dirinya masih tetap khawatir. "Engga bisa hanya mengandalkan CCTV, kita semua harus waspada," katanya.
Berbeda dengan warnet Sarang Semut di Jalan Cijagra dan Starnet di Jl Kliningan, kedua warnet ini belum dipasangi kamera pengintai. Namun menurut Agus Rahmat, operator Sarang Semut, pasca perampokan di warnet K100, Jumat pekan lalu (1/2/2008), pihak pengelola berencana memasang CCTV.
"Untuk jaga diri, penjaga warnet yang jaga malam bawa besi untuk jaga-jaga. Yah, semoga saja sempat melawan," ujarnya sambil tertawa.
Dengan alasan mahal, pengelola warnet Starnet, Iman, mengaku tidak akan memasang kamera pengintai. "Kamera pengintai kan mahal, dengan omzet kita ga akan mampu. Yah pokoknya yang penting kita waspada terus dan selektif memilih konsumen. Kalau terjadi perampokan, yah mau gimana lagi, kita pasrah saja," kata Iman.
Hal yang sama diungkapkan oleh semua pengelola maupun operator warnet, mereka minta pihak kepolisian bisa segera menangkap para pelaku perampokan. "Yang kita tahu hingga sekarang belum ada pelaku perampokan yang berhasil ditangkap. Kami harap aparat cepat bergerak," harap Anwar, karyawan Atheroz.
(ern/ern)











































