Keresahan itu disampaikan para para pengelola dan operator beberapa warnet di Bandung kepada detikbandung, Senin (4/2/2008). Agung, operator Astanet di Jalan Kliningan, mengaku cemas dengan seringnya aksi perampokan warnet akhir-akhir ini.
"Sejak kasus Dago kemarin, saya terus menjadi was-was, cemas. Sekarang ini kita sebagai operator bawaannya selalu merasa curiga pada konsumen yang datang, mau siang atau malam. Ngeri, karena perampoknya kan bawa senjata," tuturnya.
Karenanya jika di atas pukul 12 malam sudah tidak ada lagi pengunjung, kata dia, warnet akhirnya langsung ditutup. "Kecuali pengunjung yang sudah jadi langganan dan kita kenal, tuturnya.
Hal yang sama juga dilakukan warnet Sarang Semut, di Jalan Cijagra No 11. Menurut operator Warung Semut, Agus Rahmat, jika ada pengunjung yang tidak dikenal yang datang, operator selalu menyatakan jika jaringan internet rusak atau langsung ditutup.
"Kita ngeri apalagi bagi operator yang jaga malam. Si perampok kan bawa senjata, jadi kita harus lebih waspada," katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di warnet Starnet, Jalan Solontongan, dan Atheroz di Jalan Sulandjana. Menurut karyawan Atheroz Asmuri Anwar, pihaknya membatasi jumlah pelanggan yang ngenet di malam hari. "Biasanya hanya komputer yang berada di depan saja yang aktif," ujarnya.
Dalam lima bulan terakhir ini, perampokan warnet 24 jam dengan menggunakan senjata api mulai marak di Bandung. Modusnya sama, yaitu datang seolah pengunjung lalu menyekap penjawa warnet dan pengunjung lain yang kebetulan berada pada saat kejadian. Kawanan perampok ini datang pada dini hari.
Sebelumnya, aksi perampokan dengan sasaran warnet sudah 5 kali terjadi. Yang paling terbaru terjadi pada warnet K100 di Jalan Dipatiukur, Jumat (1/2/2008). Sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2008 lalu, warnet Wayang di Jalan Gatot Subroto disatroni perampok. Perampok menyekap tujuh orang yang ada di warnet.
Aksi serupa juga terjadi di warnet Back Space, Jln. P.H.H. Mustopa Bandung, Kamis (20/9/2007) sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam aksinya itu, para pelaku sempat menyekap 5 operator warnet yang tengah berjaga. Selain itu para pelaku pun menggasak 8 unit CPU komputer, 2 unit monitor, serta sebuah laptop. Termasuk 4 HP milik para korban beserta uang milik mereka.
Sedangkan aksi lainnya terjadi di warnet Cira Net, Jln. Cikutra Kec. Cibeunying Kidul, Selasa (30/10/2007). Para pelaku menyekap 3 orang korban dan menggasak 2 unit CPU dan 2 HP.
Sedangkan peristiwa yang kelima, terjadi di warnet Easynet, Jln. Jakarta Bandung, Senin (12/11/2007). Dalam aksinya para pelaku melumpuhkan 2 karyawan teknisi warnet dan seorang petugas keamanan. Selain itu, para pelaku pun menggasak seluruh barang berharga yang ada di sana. Di antaranya 16 unit CPU, 4 laptop, 4 monitor LCD, printer, scanner, 2 HP serta barang berharga lainnya.
(ern/ern)











































