Pengembang Bidik Bandung Timur

Pengembang Bidik Bandung Timur

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 04 Feb 2008 08:13 WIB
Bandung -

Jika selama ini kawasan Bandung Utara yang menjadi primadona untuk pengembangan perumahan, kini para pengembang mulai melirik kawasan Bandung Timur. Terbukti, sudah ada 15 perumahan yang mulai berdiri di kawasan tersebut.

Wakil Ketua Bidang Perbankan Real Estate Indonesia (REI) Jabar Yuyun Yudiana mengungkapkan para pengembang kini tidak hanya membidik Bandung Utara, namun juga mulai melirik kawasan Bandung Timur untuk perumahan.

"Wilayah pembangunan perumahan di Bandung Timur berprospek cerah bagi pengembang karena di sana ada pusat pendidikan dan pusat publik. Apalagi nanti akan ada jalan layang Nagreg-Limbangan," ujar Yuyun kepada detikbandung di kantornya, Puteraco Gading Regency, Jalan Soekarno Hatta, Senin (4/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya kini sudah ada 15 perumahan yang dikembangkan di kawasan Bandung Timur. Jumlah tersebut diprediksi makin meningkat. "Lahannya masih luas mencakup Rancaekek, Cicalengka, dan Cileunyi," ujarnya.

Ketika ditanya berapa luas lahan yang masih potensial untuk perumahan di kawasan Bandung Timur, Yuyun mengaku tidak mempunyai data pasti. Sebab, hal itu tergantung rekomendasi dari Dinas Tata Ruang Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Pada bagian lain, Yuyun mengeluhkan harga rumah sederhana sehat (RSh) yang masih rendah. Saat ini pemerintah mematok harga RSh sebesar Rp 49 juta. Padahal, kata dia, harga bahan baku telah naik berkisar 20 persen hingga 50 persen.

"Kami meminta pemerintah menaikkan harga RSh 20 persen. Dengan harga itu, baru pengembang mempunyai untung," ujarnya.

Dia mencontohkan harga bahan bangunan yang naik seperti besi yang naik hingga 50 persen, begitu pula harga kayu yang naik antara 20 persen hingga 50 persen. "Semen naik Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu," katanya.

Dia menyatakan dengan adanya kenaikan harga rumah ini, para pengembang bisa memenuhi target pemerintah untuk membangun sejuta rumah seluruh Indonesia.

(ern/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads