Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Timbul Butarbutar menyatakan hingga saat ini pihak Dirjen Bina Marga belum keluarkan izin operasi buslane.
"Jika diberikan izin hari ini, besok juga sudah jalan," ujarnya kepada detikbandung di kantornya, Jalan Leuwipanjang, Kamis (31/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Staff Dishub Suharmaji, tahun ini anggaran untuk operasional buslane sebesar Rp 1 miliar. Namun dia tidak merinci jelas. Saat ini, lanjutnya, ada 10 kendaraan yang sudah siap. "Kami akan bangun 16 shelter untuk buslane," ujarnya.
Untuk tahap pertama akan dioperasikan trayek Cibeureum-Cibiru. Selanjutnya akan dibuka trayek timur yakni jalur utara-selatan, timur-tengah-barat, dan rute lingkar. Ada 39 bus yang akan beroperasi dengan 16 titik shelter dan jembatan penyeberangan yang nilai investasinya Rp 800 juta hingga Rp 1,2 miliar per shelter.
Shelter akan dibangun di titik-titik ramai penumpang seperti Leuwipanjang, Ciwastra, Buahbatu, Moh. Toha, Batununggal, Kiaracondong, dan Metro. Berdasarkan data dari Dishub Kota Bandung, pembatas jalan yang dibuat hanya berupa marka garis, bukan median jalan dari beton sehingga kendaraan lain bisa menggunakan jalur khusus bus tersebut.
Panjang koridor buslane PP sekitar 40 kilometer. Daya angkut per bus sekitar 40-85 penumpang dengan kapasitas sistem buslane per jam sekitar 3.400 penumpang/jam/arah. Artinya kapasitas sistem per hari sekitar 30.600 penumpang/hari/arah.
Direncanakan waktu tempuh pergi-pulang (rit) sekitar 117 menit dengan selang waktu antarbus 5-8 menit. Buslane akan beroperasi dari pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Untuk tahap awal jalur Cibeureum-Cibiru, akan dibangun dua shelter yaitu di titik keberangkatan di Elang, Cibeureum dan pemberhentian di Ciburu. Pemkot Bandung menjanjikan buslane akan dioperasikan pada Desember 2006 lalu.
(ern/lom)











































